Ringkasan:
Kayu manis untuk diabetes banyak diteliti karena berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.
Kayu manis Ceylon dan Cassia memiliki karakteristik yang berbeda. Ceylon mengandung kumarin lebih rendah sehingga umumnya lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin dibandingkan Cassia.
Konsumsi kayu manis sebaiknya tetap dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau terapi diabetes yang direkomendasikan dokter.
Saat didiagnosis menyandang diabetes, Anda diminta mengurangi porsi berbagai jenis makanan, terutama yang memiliki rasa manis. Tentunya, Ini bukanlah hal mudah bagi Anda yang selama ini sangat menyukai panganan manis.
Nah, Anda mulai mendapat pencerahan saat mencari tahu soal pemberi rasa manis alternatif selain gula pasir. Apakah Anda menemukan kayu manis sebagai salah satu alternatif tersebut? Namun, mungkin Anda akan kembali ragu sebab rempah satu ini jelas-jelas mengandung kata “manis”.
Jadi, bolehkan diabetesi mengonsumsi kayu manis? Kita bahas bersama, yuk!
Meski memiliki rasa dan aroma yang manis, kayu manis bukanlah sumber gula seperti gula pasir. Rempah ini berasal dari kulit batang pohon kayu manis yang dikeringkan dan banyak digunakan sebagai penambah cita rasa pada makanan maupun minuman.
Dalam jumlah yang wajar, kayu manis umumnya aman dikonsumsi oleh penyandang diabetes. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kayu manis berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah melalui berbagai mekanisme, seperti meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.
Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pengobatan sesuai anjuran dokter.
BACA JUGA: Mau Beralih ke Pemanis Pengganti Gula? Jangan Lewatkan 5 Tips Ini!

Image: magnific
Kayu manis tidak mengandung banyak vitamin atau mineral. Namun, bumbu satu ini mengandung banyak antioksidan yang memberikan manfaat bagi kesehatan kita.
Antioksidan berguna untuk membantu tubuh mengurangi stres oksidatif, yakni jenis kerusakan sel, yang disebabkan oleh radikal bebas. Nah, stres oksidatif tersebut kerap menjadi kambing hitam sebagai penyebab penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2.
Tak hanya bisa memperkaya rasa minuman atau dessert Anda, kayu manis ternyata juga bisa membantu Anda dalam mengontrol gula darah, lho.
Kayu manis bisa meniru efek insulin dan meningkatkan perjalanan glukosa di dalam sel. Rempah ini juga bisa mengurangi kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin, membuat insulin lebih efisien dalam memindahkan glukosa ke dalam sel.
Gula darah bisa meningkat secara drastis setelah makan, tergantung porsi dan jumlah karbohidrat dari yang Anda konsumsi.
Peningkatan gula darah ini bisa meningkatkan level dari stres oksidatif dan inflamasi, yang bisa merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko terkena penyakit kronis.
Kayu manis bisa membantu Anda terhindar dari lonjakan gula darah setelah makan. Penelitian University of Lund, Swedia, menemukan bahwa mengonsumsi 6 gram kayu manis (jenis Ceylon cinnamon) yang disajikan dalam puding beras memperlambat proses perut menjadi kosong lagi dan menurunkan kadar gula darah dibandingkan memakan puding beras tanpa kayu manis.
Tak hanya manfaat yang telah disebutkan di atas, kayu manis juga bisa menurunkan risiko komplikasi diabetes yang umum terjadi. Misalnya, diabetesi memiliki risiko terkena penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan bukan diabetesi.
Sebuah tinjauan dari peneliti gabungan di Amerika Serikat menemukan terdapat kaitan antara konsumsi kayu manis pada diabetesi dengan penurunan kadar LDL atau kolesterol buruk dan trigliserida.
Kayu manis merupakan salah satu rempah-rempah yang bisa melancarkan dahak dengan menghasilkan banyak air liur. Tak heran jika kayu manis banyak dikonsumsi saat seseorang mengalami batuk atau pilek karena menjaga sistem pernapasan lebih baik.

Image: magnific
Secara umum, kayu manis yang beredar di pasaran terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kayu manis Ceylon dan Cassia. Keduanya sama-sama berasal dari tanaman kayu manis, tetapi memiliki karakteristik, kandungan, dan tingkat keamanan konsumsi yang berbeda.
|
Aspek |
Kayu Manis Ceylon |
Kayu Manis Cassia |
|
Nama lain |
True Cinnamon |
Chinese Cinnamon |
|
Warna |
Cokelat muda |
Cokelat kemerahan lebih gelap |
|
Tekstur |
Tipis dan mudah hancur |
Lebih tebal dan keras |
|
Rasa |
Lebih lembut dan manis |
Lebih kuat dan sedikit pedas |
|
Kandungan kumarin |
Sangat rendah |
Jauh lebih tinggi |
|
Ketersediaan |
Relatif lebih sulit ditemukan |
Paling umum dijual di Indonesia |
|
Keamanan konsumsi jangka panjang |
Lebih aman |
Perlu dibatasi |
Perbedaan yang paling penting terletak pada kandungan kumarin. Kumarin adalah senyawa alami yang terdapat pada kayu manis dan dapat memberikan efek samping jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, seperti gangguan fungsi hati pada sebagian orang yang sensitif.
Karena kandungan kumarinnya jauh lebih rendah, kayu manis Ceylon umumnya dianggap lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin. Sementara itu, kayu manis Cassia yang lebih mudah ditemukan di Indonesia tetap dapat dikonsumsi, tetapi jumlahnya perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Di balik berbagai manfaatnya, kayu manis tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Pasalnya, rempah ini mengandung senyawa alami bernama kumarin yang dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.
Kandungan kumarin pada kayu manis Cassia diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan kayu manis Ceylon. Oleh karena itu, konsumsi kayu manis Cassia sebaiknya dibatasi sekitar 0,5-1 gram per hari. Sementara itu, kayu manis Ceylon memiliki kandungan kumarin yang jauh lebih rendah sehingga umumnya dapat dikonsumsi hingga sekitar 6 gram per hari.

Meski berbagai penelitian menunjukkan bahwa kayu manis berpotensi membantu menjaga kadar gula darah, rempah ini bukanlah solusi tunggal untuk mengelola diabetes. Kontrol gula darah yang optimal tetap memerlukan pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, kepatuhan terhadap terapi yang diberikan dokter, serta pemantauan gula darah secara rutin.
Selain memperhatikan asupan makanan sehari-hari, pemilihan nutrisi yang tepat juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Diabetasol Milk diperkaya dengan Vita Digest yang membantu mengurangi terjadinya lonjakan gula darah dengan indeks glikemik rendah. Diabetasol Milk juga mengandung Isomaltulosa sebagai karbohidrat lepas lambat yang membantu pelepasan energi secara bertahap.
Beberapa keunggulan Diabetasol Milk yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian dan mendukung pola hidup sehat antara lain:
Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama. Kandungan ini juga mendukung Diabetasol Milk sebagai minuman dengan indeks glikemik rendah (GI = 44).
Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh
Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan
Protein whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh
Rendah laktosa
Tanpa penambahan gula pasir
Bebas gluten
Dengan mengombinasikan pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang sesuai, menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dapat menjadi lebih mudah dilakukan setiap hari.
Ya, kayu manis umumnya aman dikonsumsi oleh penyandang diabetes dalam jumlah yang wajar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu manis berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi tetap tidak dapat menggantikan obat, terapi insulin, maupun pola makan sehat yang direkomendasikan dokter.
Kayu manis berpotensi membantu menjaga kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Namun, manfaat ini dapat berbeda pada setiap orang dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kayu manis Ceylon dikenal sebagai "true cinnamon" dan memiliki kandungan kumarin yang lebih rendah. Sementara itu, kayu manis Cassia lebih umum ditemukan di pasaran dan memiliki kandungan kumarin yang lebih tinggi sehingga konsumsinya perlu lebih dibatasi.
Kayu manis Ceylon umumnya dianggap lebih aman untuk konsumsi rutin karena kandungan kumarinnya lebih rendah dibandingkan kayu manis Cassia. Meski demikian, keduanya tetap dapat dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Konsumsi kayu manis Cassia sebaiknya dibatasi sekitar 0,5-1 gram per hari karena kandungan kumarinnya lebih tinggi. Sementara itu, kayu manis Ceylon umumnya dapat dikonsumsi hingga sekitar 6 gram per hari.
Tidak. Kayu manis hanya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat diabetes, terapi insulin, atau anjuran medis dari dokter.